
Rawnews.co.id – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Abdullah Surajaya, menggelar Reses ke-3 Tahun Anggaran 2025 di Kampung Negara Bumi Udik, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, pada Minggu, 27 Juli 2025.
Kegiatan reses ini dihadiri aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta kelompok tani. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menjadi bukti antusiasme warga untuk memanfaatkan momentum reses sebagai ajang menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat provinsi.
Dalam dialog yang berlangsung akrab, warga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan yang dinilai penting dan mendesak.
Beberapa aspirasi tersebut meliputi perbaikan jalan penghubung kampung untuk mendukung kelancaran transportasi, bantuan penyelesaian finishing Balai Dusun 4 agar dapat dimanfaatkan secara optimal, dan perhatian khusus terhadap nasib petani singkong yang saat ini menghadapi tantangan harga jual rendah dan biaya produksi tinggi.
Selain itu, warga juga mengusulkan peningkatan jalan lingkungan menuju area pemakaman, peningkatan akses jalan menuju rumah ibadah (gereja) yang terhubung ke jalan utama, serta pembangunan drainase sepanjang 800 meter untuk mengatasi permasalahan banjir dan genangan air.

Tidak ketinggalan, kelompok tani mengajukan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) jenis TR 4 untuk mendukung produktivitas pertanian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Abdullah Surajaya menegaskan bahwa reses merupakan waktu yang sangat penting bagi anggota DPRD untuk kembali ke masyarakat, mendengar keluhan, dan mencari solusi bersama.
Ia berjanji akan membawa semua aspirasi yang disampaikan ke pembahasan di DPRD Provinsi Lampung, sekaligus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah agar program-program prioritas dapat segera direalisasikan.
“Setiap aspirasi yang disampaikan hari ini adalah amanah yang akan saya perjuangkan. Infrastruktur jalan, fasilitas publik, hingga dukungan untuk petani adalah kebutuhan nyata yang harus kita dorong bersama demi kemajuan desa,” tegas Abdullah.
Ia juga memberikan perhatian khusus pada keluhan petani singkong. Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian daerah, sehingga pemerintah harus hadir memberikan solusi yang berpihak kepada petani, mulai dari stabilisasi harga hingga kemudahan akses permodalan dan sarana produksi.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan apresiasi atas kehadiran Abdullah yang mau mendengar dan menampung langsung aspirasi warga.
Mereka berharap usulan yang telah disampaikan tidak hanya berhenti pada tataran pembahasan, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk nyata.
Kegiatan reses ditutup dengan foto bersama dan pesan Abdullah kepada masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam membangun kampung.
“Kita semua punya peran penting dalam membangun daerah. Saya akan terus berupaya agar aspirasi yang sudah disampaikan hari ini mendapat perhatian dan tindak lanjut,” tutupnya (Raw)
